"Mbak, di depan kaya ada orang apa yah?" Oji terperanjat begitu telinganya mendengar sesuatu."Nggak ada," Mia malah menanggapinya dengan santai. Wanita bahkan semakin erat menempelkan tubuh polosnya pada pada tubuh Oji."Ada kok, Mbak, kaya ketuk-ketuk pintu," Oji meragukannya. "Coba sih, dicek.""Kamu aja yang ngecek, sana," balas Mia masih dengan santainya. "Paling cuma orang lewat. Udah biasa itu. Kalau pun mau masuk ke sini, setidaknya dia teriak-teriak nyari pemilik rumah."Oji tercenung. Selain mencerna ucapan si pemilik rumah, dia juga pertajam pendengarannya. Tak lama setelahnya, senyum anak muda itu terkembang agak malu."Tubuh kamu nyaman banget sih, Ji, buat dipeluk," ujar Mia sambil terus mengencangkan dekapannya. "Hangat."Oji tentu bangga mendengarnya. "Padahal tubuh kurus dan kotor loh, Mbak," balas Oji merendah. "Justru yang kurus kaya kamu ini, paling enak buat dipeluk," ucap Mia tak mau kalah. "Lagian tubuhnya bukan kurus banget. Perutnya aja ngebentuk sempurna."O
Leer más