"Ji, apa mungkin, Arinda marah sama kamu gara-gara dia pengin bermain ranjang juga?" Tiba-tiba Karin melempar pertanyaan yang membuat Oji terperanjat.Anak muda itu menoleh, menatap wanita yang tersenyum kepadanya, lalu Oji berpaling dan memilih memejamkan matanya."Kalau bisa sih, disaat seperti ini, kita jangan membahas orang lain dulu, Mbak," ucap Oji. "Bukankah kamu ngajak aku ke sini, untuk bersenang-senang? Jadi, nggak perlu lah, kita membahas hal yang tidak penting."Sekarang, giliran Karin yang tertegun. Wanita itu lantas tersenyum dan memilih mengalah dengan cara kembali mencium aroma ketiak Oji.Tidak ada obrolan lagi di antara mereka. Hingga beberapa menit berlalu, Karin baru menyadari kalau pria yang baru saja memuaskannya, kini telah terlelap."Sepertinya, kamu capek banget ya, Ji?" Gumam Karin, menatap lekat wajah anak muda yang terlelap. Dia tersenyum, lalu menempelkan bibirnya pada pipi Oji.#####Hingga beberapa jam kemudian, tubuh Oji menunjukan sebuah pergerakan, ya
Last Updated : 2026-05-04 Read more