Oji terpaku dengan mata hampir tak berkedip. Tiba-tiba dadanya berdegup lebih kencang hanya karena ucapan dari wanita yang meninta tolong kepadanya.Ketika Oji dapat menguasai dirinya sendiri, kepalanya menoleh ke segala arah dan saat itu juga, Oji menyadari kalau rumah itu sepi.Pikiran Oji pun semakin kacau. Sungguh, apa yang dikatakan pemilik rumah, membuat benak dan pikiran Oji bertarung hebat sampai membuat anak muda itu resah."Aduh, Mbak, nggak deh, aku nggak berani," ucap Oji kemudian agak gugup."Kenapa nggak berani?" Mia malah melempar senyum menggoda. "Apa permintaanku terlalu berat?"Bulu kuduk Oji seketika meremang. Baru kali ini, ada jari tangan wanita yang meraba dadanya dengan lembut, tapi malah membuat Oji merinding."Aduh, Mbak, jangan kaya gitu lah," Oji mencoba menghindar dengan menggeser tubuhnya agak menjauh. "Bahaya. Nanti kalau ada yang lihat bisa salah paham."Mie kembali tersenyum nakal dan dia melangkah lalu berdiri dengan tubuh bagian belakang menempel pada
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-17 อ่านเพิ่มเติม