LOGINMobilnya melaju cepat menyusuri jalan raya. Salsa menyandarkan kepalanya di kaca mobil. Menatap dalam diam pada mobil yang berlalu lalang dan pada kota yang ramai pada waktunya. Kota yang familiar ini, orang yang familiar itu, juga perasaan yang tertinggal disini. Salsa pasti akan merindukan nya. Ia melihat sebuah mobil melintas melewatinya, Salsa sedikit terkejut karena mobil itu begitu dekat dengannya. Ia melihat plat nomornya dan sekilas tahu bahwa itu adalah milik Akas. Ternyata tanpa di sengaja mereka berpapasan disini. Salsa akhirnya tertawa, entah menertawakan apa? Mungkin menertawakan dirinya sendiri.Salsa tidak memiliki tenaga untuk memikirkan hal lainnya. Selain kartu bank yang pernah ayahnya berikan padanya, Salsa tidak membawa barang pribadi lainnya. Bahkan handphone pun dia tinggalkan, bisa jadi Akas memasang pelacak di handphone nya. Tidak apa apa, jangan terburu buru mencarinya. Biarkan Akas menyelesaikan urusannya.Salsa yakin bisa melindungi dirinya sendiri juga bis
"Kamu sudah berjanji padaku." Meski Salsa mengatakannya seperti itu, ia masih merasa sedih. Pergi ke antartika pastinya harus menunggu setelah dia melahirkan dan kondisi tubuhnya pulih. Apalagi dengan kehamilan ini, Salsa sudah memiliki rencana untuk sementara mundur dari universitas. Hanya karena kecelakaan ini, ia ambil cuti sangat lama. Sekalian saja ambil cuti setahun hingga ia selesai melahirkan. "Baiklah kalian berdua, jangan bertingkah mesra lagi di hadapanku, Apa kalian ingin membuatku iri sampai Mati." Hendry menggerutu dengan kesal. Akas memutar matanya malas dan tidak berbicara, termasuk Salsa yang sama sekali tidak bisa tertawa oleh kata kata ayahnya yang seharusnya seperti lelucon.Sepertinya melihat dirinya dan Akas saling bermesraan mengingatkan Hendry ketika saat itu ia bersama dengan mendiang istrinya. Mereka berdua sama mesranya dengan Akas dan Salsa hari ini. Nada bercanda nya sama sekali tidak terdengar bercanda. Justru terasa ada kesenduan di dalamnya. Salsa men
"Ayah aku baik baik saja, pemuliaan ku juga sangat baik. Paman Akas juga merawat ku dengan sangat baik. Jangan terlalu khawatir, aku disini sangat aman dan baik baik saja." Jelas Salsa menenangkan hati sang ayah. Hendry akhirnya menghela nafas lega mendengarkan konfirmasi sang putri. Jujur saja tempat ini memang tempat teraman bagi Salsa saat ini. Lagipula dunia luar bergejolak karena Akas, perjamuan terakhir kali memaksa Akas bergerak sekali lagi. Satu langkahnya berhasil mengguncang seluruh bisnis dan jalur ekonomi seluruh negeri. Apalagi orang orang yang terdampak yang merasa paling putus asa. Namun Hendry tidak ingin bersimpati, Akas mengatakan orang orang itu berperilaku buruk kepada putrinya.Meski Hendry tidak memiliki kemampuan untuk melawan mereka namun Akas punya. Pria ini ternyata sangat menyayangi putrinya, dan bahkan membelanya secara terang terangan. Menganggap Salsa seperti harta karun dan melawan semua orang yang menyakiti Salsa meski sedikit saja. Hendry merasa tenan
Salsa sedang memakan dendeng daging ketika Akas tiba-tiba melompat dari tempat duduknya merasa mual. Dengan perasaan heran, Akas bertanya tanya. "Sebenarnya apa yang terjadi denganku belakangan ini, selalu mual tanpa sebab. Bukankah beberapa waktu kemarin sudah baikan? Mengapa mual mual lagi." Tanya Akas dengan perasaan tak berdaya. Tubuhnya terbaring lemas di atas sofa kembali memeluk Salsa ke dalam pelukannya.Jujur saja gejala Akas dapat dilihat semua orang, Beberapa orang berbisik di belakang menduga bahwa Akas sedang mengalami semacam morning sickness namun rumor itu segera berhenti karena terlalu sulit dipercaya. Akas benar benar memiliki seorang anak? Itu lebih sulit dipercaya daripada yang lainnya. "Tidak apa apa, minum air hangat. Aku akan meminta bibi buatkan sup pereda mual." Ucap Salsa dengan penuh rasa bersalah. Dia juga tidak tahu mengapa dia yang hamil tapi Akas yang menanggung mualnya. Apakah ini seperti yang dikatakan internet? Pihak pria terlalu mencintai pihak wani
Di sebuah rumah lama, bukan sebuah markas khusus. Lebih tepatnya seperti rumah kuno peninggalan para leluhur. Yang tinggal disini adalah paman pertama Akas, dia sedang duduk di kursi utama sambil memegang rokok. Menghisapnya beberapa kali, sambil menatap yang lain dengan dingin."Bagaimana menurut kalian?" Paman pertama Akas, Sam akhirnya angkat bicara memecahkan suasana sunyi di ruangan tersebut. Namun tidak ada jawaban, paman kedua Akas mengernyit dan sekali lagi menjelaskan situasinya. "Kalian tahu, gadis yang bernama Salsa itu adalah kelemahan Akas. Kalian lihat sendiri bagaimana Akas sangat melindungi yang terakhir kali, jika bisa kita harus mendapatkan Gadis itu untuk mengendalikan keponakanku yang baik." Pikir Paman kedua Akas. "Kita berhasil membawa Akas keluar dari sarangnya. Jika kita menerobos villa, bagaimana menurutmu?" Sepupu Akas ikut angkat bicara. Awalnya mereka ingin menemui Salsa secara wajar, dengan alasan ketua yang menemui juniornya. Apalagi Salsa baru mengala
Hari ini tumben sekali Akas bergegas pergi keluar. Awalnya mereka bermanja ria di sarang cinta mereka, bermesraan, menonton televisi bersama. Baru saja tiba tiba Akas mendapatkan telephone, laku ekspresi wajahnya berubah dan bangkit dari posisi tidurnya di pangkuan Salsa. Sepertinya ada masalah di cabang yang di urus oleh paman Akas, yang pasti ini adalah masalah keluarga. Sebelum pergi Akas meninggalkan puluhan bodyguard untuk menjaga villa. Pergi sambil mengerutkan kening, merasa khawatir tiba-tiba akan keselamatan Salsa, namun tak bisa lepas tangan dari masalah ini. Salsa tidak keberatan di kurung di dalam Villa, lagipula didalam Villa ada segalanya kecuali teman dan sahabatnya. Namun itu bukan masalah besar.Setelah waktu yang cukup lama. Merasa Akas tidak akan kembali dalam waktu yang singkat. Salsa yang sedang memainkan handphone nya berlari keluar untuk berjalan jalan di halaman. Awalnya bodyguard di ambang pintu menggelengkan kepalanya dengan keras. "Tidak bisa, Tuan besar be
Beruntungnya, ketika Salsa melihat Crystal hendak bergegas menyerbu pintu hotel tanpa pikir panjang, Salsa akhirnya menghentikannya tepat waktu. "Crystal, tidak sekarang!" Ucap Salsa dengan alis mengerut. Hatinya menjadi hangat mendengar kata kata Crystal. Kali ini ia tidak akan salah pilih teman l
Akas sedikit terkejut ketika Salsa bahkan menolak kontaknya. Melihat Salsa yang buru buru berbalik hendak pergi, Akas mengeluarkan kartu nama miliknya dari dalam dompetnya. "Setidaknya kamu bisa menerima kartu nama ini kan? Hubungi aku jika kamu butuh sesuatu." Ucap Akas dengan sedikit kelembutan. S
Akas memandang wajah pucat Salsa dan rasa bersalahnya semakin kuat. Ternyata semalam gadis kecil ini di beri obat dan hendak dibawa ke tempat tidur laki laki lain. Tapi sepertinya gadis kecil ini berhasil melarikan diri namun ia justru masuk ke dalam pelukan serigala lainnya. Awalnya Akas mengira
Akas yang baru saja keluar kamar mandi merasa suasananya menjadi canggung. Ia sudah melalui kehidupan sepanjang empat dekade lamanya, namun untuk situasi seperti ini yang juga pertama kali ia alami. Bahkan dia sendiri merasa canggung dan bingung. Namun ia tahu, bahwa hal pertama yang harus dia lakuk







