Ivana akhirnya berdiri setelah suasana terasa kondusif kembali. “Kami ingin pamit,” ucapnya sopan, menggenggam tangan anak yang juga ikut berdiri. Ia menoleh sekilas pada Sabella, memberi tatapan yang sulit diartikan. Setelah mereka pergi, Ben langsung beranjak. “Aku juga harus keluar. Banyak yang harus diurus,” katanya singkat. “Mau ke mana lagi, kamu ini, Ben?” tanya Mama Intan dengan ekspresi dan nada kesal. “Meeting sama rekan bisnis. Sekalian urus pernikahan, Ma,” jawab Ben tanpa menatap. “Kamu pulang kapan?” tanya Mama Intan. Dalam hati, pernikahan mana lagi yang perlu diurus, semua sudah siap. Ben pun sedikit saja andilnya mengurusi. “Besok pagi. Sebelum acara. Mama jangan risau,” ucap Ben tanpa menoleh pada Sabella. Tidak lagi menunggu respons mamanya, Ben pergi. Pintu tertutup, meninggalkan suasana yang semakin berat di rumah itu. Pak Benny pun terlihat rempong, ia akan pergi dengan beragam urusannya. Mama Intan menghela napas panjang, jelas menahan amarah
閱讀更多