Sabella semakin menunduk. Rasa malu dan segan bercampur jadi satu. Ia menghela napas, lalu berdiri. “Aku… mau tidur lagi, Mas,” ucapnya. Segera berbalik, berusaha kabur dari suasana yang membuatnya salah tingkah.Namun, Ryker dengan cepat menahan pergelangan tangannya. “Habisin dulu rotinya,” katanya tenang, tetapi tegas. Membawa gadis itu duduk lagi. Sabella menolak, ia bertahan, tetap berdiri, dan menggeleng cepat. “Maaf, aku udah kenyang. Nggak bisa habis …,” ucapnya segan. Ryker menatapnya beberapa detik. “Kalau begitu … gosok gigi sebelum tidur.”Nada suaranya terdengar biasa, tetapi tatapannya penuh arti. Sabella langsung memerah wajahnya. Ia paham lelaki itu ingin menggoda. Ada-ada saja, seorang Ryker … dan tentu membuatnya semakin salah tingkah.“Iya, Mas … lepasin dulu tanganku,” ucapnya lirih. Suara Sabella seperti sangkut di mulut. Tetapi sambil berusaha menarik tangannya. Tiba-tiba kelakuan Ben kembali terbayang. Untung Ryker sudah melepaskan cekalannya. Ya, lelaki itu
閱讀更多