Waktu terus bergulir dengan cepat. Suasana rumah Bayu dan Maudy sudah ramai dan riuh. Setiap jam enam pagi, rumah dua lantai itu langsung terasa sangat hidup. Suara tangisan mungil, tawa melengking, hingga langkah kaki para suster yang berlarian kecil bersahut-sahutan mengisi setiap sudut ruangan. Di ruang keluarga lantai bawah, Arka, Bagas, Cakra, dan Daffa sudah sibuk beraksi di atas karpet bermain. Keempat jagoan cilik itu makin lincah merangkak ke sana-kemari, bahkan sudah mulai belajar berdiri sambil memegangi pinggiran sofa. Para suster juga sibuk membagi tugas, ada yang lagi menyuapi bubur tim, ada yang memandikan, dan ada yang repot memasangkan popok serta baju. Maudy yang usia kehamilannya sudah masuk bulan ketujuh jalan pelan-pelan menuruni tangga. Di belakangnya, Bayu menempel ketat sambil memegangi pinggang istrinya dengan sangat hati-hati. "Mas, aku bisa jalan sendiri kok. Kan sudah tidak selemas waktu hamil muda dulu," ujar Maudy sambil tertawa kecil melihat tingkah
Read more