“Terima kasih banyak, Dok,” ucap Mahendra dengan tulus. “Sama-sama, Pak.” Jevier tersenyum tipis, lalu mengalihkan pandangannya kepada Sasqia yang sejak tadi terlihat diam. “Ada masalah, Sas?” tanyanya, membuyarkan lamunan wanita itu. Sasqia tersentak pelan, kemudian tersenyum kecil. “Nggak ada, Dok.” “Dari tadi kamu kelihatan melamun,” ujar Jevier dengan nada ringan. “Tenang saja, kondisi Papa kamu sudah jauh lebih baik.” “Iya, Dok. Terima kasih banyak untuk hari ini.” Sasqia bangkit dari duduknya. Jevier mengangguk. “Untuk kontrol berikutnya, sebaiknya cukup satu bulan sekali saja. Kondisi Pak Mahen sekarang sudah tidak separah dulu. Asal tetap rutin olahraga pagi dan menjaga pola makan sehat.” Mahendra mengangguk pelan, lalu kembali bertanya, “Kalau untuk cuci darahnya, Dok?” Jevier menyandarkan tubuhnya sedikit ke kursi. “Cuci darah dilakukan hanya jika memang diperlukan, Pak. Untuk sementara, kondisi ginjal Bapak masih cukup stabil. Jadi tidak perlu terlalu sering sepert
Read more