Leah jelas merasa bahwa ia bukanlah ibu yang baik, tetapi tak mengubah fakta bahwa ia tetaplah seorang Ibu. Dan ia rasa, ibu manapun tak akan membiarkan anaknya berada dalam intimidasi orang lain meski setahun terakhir ini, ia lebih banyak menyerahkannya pada Mrs. Milles, sang pengasuh. Leah sudah terlalu lama, atau tepatnya tidak ingat kapan terakhir ia berperan sebagai ibu. Ia lebih memilih hidup di Ibu Kota bersama Victor, bertingkah layaknya seorang Lady terhormat yang belum menikah. Meski memang benar, faktanya, ia masih menghabiskan waktunya menemani Victor dalam mencapai tujuannya. Leah tidak menyesalinya, sama sekai tidak menyesal memiliki seorang anak sebelum seharusnya. Terlebih, ia melahirkan anak laki-laki yang membuat Victor semakin memujanya. Hanya saja, keberadaan anak laki-lakinya kini terancam. Bukan dalam artian fisik, melainkan.... statusnya. Bertahun-tahun Leah dan Victor berusaha menjaga rahasia ini. Leah bahkan harus menelan pil pahit ketika Victor
Read more