"Luke, kalau aku bilang bahwa aku sedang menjalani kehidupan keduaku, apa kau percaya?" Setelah mengatakan hal tersebut secara gamblang, Anne mendadak menyesalinya. Ia telah menjaga rahasia ini dengan rapat-rapat, bagaimana bisa ia mengatakan hal ini pada penyelamatnya? Anne meremas kuat tali kekangnya. 'Kau benar-benar gila, Anne! Sekarang dia akan menyebutmu orang gila!!' batinnya menjerit. Sementara itu, sepasang manik legam Luke sedikit melebar, menatap lekat-lekat helaian rambut cokelat wanita itu. Di luar dugaan, ia sama sekali tak tertawa, alih-alih tampak tenang. "Kehidupan kedua?" ulang Luke, "Jika kau menyebutnya sebagai kesadaran diri setelah berhasil membuka mata, maka aku akan percaya." Anne menggigit bibirnya keras, menyalahkan diri karena sempat mengatakan hal bodoh di hadapan Luke yang tentu berpikiran logis. "Ya, ... ya, seperti itulah maksudku." cicitnya. "Itu bagus, Anne. Meski begitu, kau pasti melewati banyak 'hal buruk' sebelum sampai pada hari ini."
続きを読む