Sudah satu minggu berlalu sejak badai meluluhlantakkan kedamaian di rumah Emran dan Nafisa. Satu minggu pula Nafisa membangun tembok tinggi bernama kebisuan. Interaksi yang ia lakukan dengan Adrian hanya sebatas formalitas yang kaku; saat Dion ada di antara mereka sebagai penengah, atau saat tamu berkunjung dan menuntut sandiwara keharmonisan.Selebihnya, Nafisa hanya melakukan tugasnya sebagai istri secara mekanis; menyiapkan pakaian, memasak, dan merapikan rumah, namun tanpa ruh, tanpa senyum, dan tanpa tatapan mata.Malam itu, di kamar Dion yang bernuansa biru langit, Nafisa sedang membacakan kisah-kisah nabi dengan suara lembut yang sedikit parau."Mama..." panggil Dion kecil, memotong narasi tentang kapal Nabi Nuh."Iya, Sayang?" Nafisa mengusap rambut putranya dengan kasih sayang yang meluap."Dion bisa tidur sendiri sekarang. Dion sudah jadi anak hebat, kan?" ucap Dion polos.Matanya yang jernih menatap Nafisa, seolah bocah itu memiliki radar yang mampu menangkap frekuensi kete
Last Updated : 2026-04-08 Read more