Início / Fantasi / Jiwa yang Berbeda / Di Antara Tugas dan Rindu

Compartilhar

Di Antara Tugas dan Rindu

Autor: Meymei
last update Data de publicação: 2026-03-05 08:50:34

Masa observasi yang menegangkan di rumah sakit akhirnya dinyatakan selesai. Dokter Maya tersenyum lega saat melihat grafik hasil CTG dua hari terakhir yang menunjukkan ritme detak jantung kedua janin Yasmin telah kembali normal dan stabil. Meski diperbolehkan pulang, dr. Maya memberikan catatan tebal: Yasmin harus menjalani pemeriksaan intensif setiap dua minggu sekali untuk memantau perkembangan satu janin yang ukurannya lebih kecil.

Adrian menjabat tangan dokter itu dengan rasa hormat yang me
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Jiwa yang Berbeda   Kehadiran Anggota Baru

    "Bunda, bagaimana keadaan Bunda sekarang? Masih ada yang terasa sakit?" Suara bariton lembut yang mulai menunjukkan tanda-tanda pubertas itu memecah keheningan ruang perawatan VVIP rumah sakit.Zayden, putra sulung yang selalu tenang, kini duduk setia di samping ranjang, menggenggam jemari Yasmina dengan penuh kehati-hatian."Bunda baik, Sayang. Hanya sedikit lemas," jawab Yasmina sembari mengulas senyum tipis.Ia mengelus punggung tangan Zayden, mencoba menyalurkan ketenangan pada putranya yang tampak begitu khawatir.Yasmina baru saja melewati perjuangan hidup dan mati. Operasi caesar darurat terpaksa dilakukan karena bayi dalam kandungannya terlilit tali pusat. Ini adalah kehamilannya yang ketiga, sebuah perjalanan yang penuh air mata dan penantian panjang.Kehamilan keduanya, yang datang tak lama setelah momen bulan madu mereka bertahun-tahun lalu, harus berakhir pilu. Sama seperti saat mengandung si kembar Zayn dan Zayden, salah satu janinnya tidak berkembang, dan pada usia 20 mi

  • Jiwa yang Berbeda   Kerinduan dalam Diam

    Rencana hanyalah rencana, sebuah coretan di atas kertas yang seketika bisa memudar jika Allah sang Pemilik Takdir tidak berkehendak. Kalimat itu bergema di benak Yasmina sepanjang perjalanan pulang yang terasa begitu mencekam.Pukul 04.00 pagi waktu Eastern, saat kegelapan masih membungkus paviliun tempat mereka menikmati sisa-sisa bulan madu, ponsel Adrian berdering nyaring. Papi Surya memberikan kabar yang meruntuhkan ketenangan mereka: Zayden dilarikan ke rumah sakit karena demam tinggi yang tak kunjung turun. Tanpa membuang waktu, koper-koper dikemas dalam kepanikan yang terukur. Adrian dan Yasmina bergegas kembali ke Central menggunakan jet pribadi, membelah awan dengan kecemasan yang menggantung di kabin pesawat.Pukul 08.30 waktu Central, roda pesawat menyentuh aspal bandara. Mereka segera menuju rumah sakit tempat putra sulung mereka dirawat. Saat pintu ruang rawat dibuka perlahan, pemandangan di dalamnya menyentuh relung hati Yasmina. Zayden sedang duduk bersandar, disuapi pe

  • Jiwa yang Berbeda   Sosok Yasmina dan Ganjalan Hati

    Pagi di vila pesisir itu dimulai dengan simfoni ombak yang menenangkan, namun agenda hari ini jauh lebih dinamis. Adrian, dengan setelan kasual yang tetap memancarkan aura otoritasnya, telah bersiap membawa Yasmina menjelajahi denyut nadi kota. Di dalam mobil yang melaju membelah jalanan aspal yang mulus, Adrian menjadi pemandu wisata pribadi bagi istri kecilnya.Ia menjelaskan geografi negara yang mereka pijak. Yasmina mendengarkan dengan saksama, otaknya bekerja cepat memproses data. Jika kediaman utama mereka di kediaman keluarga Laksmana diasumsikan sebagai Indonesia, maka negara ini, dengan segala kemajuan teknologi dan kerapiannya, mengingatkan Yasmina pada Jepang atau Korea Selatan di kehidupannya dulu.Jarak tempuh jet pribadi yang sekitar 5 jam atau 7-8 jam dengan pesawat komersial; memang mengarah ke wilayah Asia Timur. Namun, saat mata Yasmina menangkap arsitektur kota, ia melihat sebuah anomali yang indah: percampuran budaya yang masif. Gedung pencakar langit futuristik be

  • Jiwa yang Berbeda   Dermaga Kasih dan Janji di Cakrawala

    Hari yang dinanti itu tiba dengan semburat jingga di ufuk timur. Di lobi bandara pribadi milik keluarga Laksmana, suasana terasa kontras. Zayn, dengan mata sembab dan hidung kemerahan, terus menggenggam ujung gamis Bundanya. Sementara Zayden, berdiri tegak dengan tangan bersedekap, menunjukkan ketenangan yang tidak biasa bagi anak seusianya.Sesuai kesepakatan alot satu minggu yang lalu, Adrian akhirnya berhasil membawa Yasmina untuk pergi honeymoon. Zayn sempat merengek histeris saat koper-koper dimasukkan ke dalam bagasi mobil, namun Zayden, sang kakak yang hanya terpaut beberapa menit, menenangkannya dengan cara yang sangat dewasa."Zayn, kalau Daddy dan Bunda pergi, nanti pulang bawa adik kembar perempuan. Rumah kita jadi ramai, kamu bisa jadi kakak yang hebat," bisik Zayden.Ajaibnya, tangisan Zayn mereda menjadi sesenggukan kecil. Zayden kemudian menatap Daddynya dengan tajam, sebuah tatapan yang membuat Adrian merasa sedang berhadapan dengan cermin masa kecilnya sendiri."Daddy

  • Jiwa yang Berbeda   Negosiasi

    "Daddy!" Teriak seorang anak laki-laki dengan tahi lalat kecil yang manis di bawah mata sebelah kanannya. Suaranya melengking ceria, memecah kesunyian lobi mansion yang megah."Zayn sayang, sudah makan?" tanya Adrian sembari membungkuk, menyambut tubuh kecil itu ke dalam gendongannya.Zayn adalah potret keceriaan; wajahnya selalu dihiasi senyum, persis seperti Mami Rahel yang menurunkan sifat periangnya."Iden sayang, kamu tidak merindukan Daddy?" Adrian beralih menatap putra kembarnya yang satu lagi. Zayden sedang duduk tenang di sofa ruang tamu, jemarinya sibuk membalik halaman buku cerita bergambar."Tidak. Daddy hanya pergi bekerja. Besok juga akan seperti itu lagi, bukan?" jawab Zayden datar tanpa mengalihkan pandangan.Adrian terpaku sejenak. Ia merasa seperti sedang bercermin pada replika dirinya sendiri versi mini. Malaikat kembar Adrian dan Yasmina kini sudah berumur tiga tahun, dan perbedaan sifat mereka bagaikan bumi dan langit. Zayn tumbuh menjadi anak yang manja dan ekspr

  • Jiwa yang Berbeda   Selalu Ada Kesempatan Berdua

    Hari yang dinanti-nantikan itu tiba. Langit biru bersih membentang di atas pesisir pantai yang menjadi lokasi perayaan anniversary pernikahan Yasmina dan Adrian yang pertama. Namun, alih-alih pesta pora mewah di hotel berbintang, suasana justru dipenuhi oleh tawa riang ratusan anak yatim dari dua yayasan besar.Ada perdebatan kecil yang manis di balik persiapan acara ini. Adrian, dengan segala kekuasaannya, awalnya bersikeras menanggung seluruh biaya. Namun, Yasmina berdiri teguh dengan prinsipnya. Ia memaksa menggunakan kartu pribadi yang diberikan Adrian dan ayahnya untuk menutup separuh anggaran."Dalam setiap harta yang kita terima, ada hak orang lain yang dititipkan melalui kita, Mas. Biarkan aku merasakan nikmatnya berbagi dari apa yang benar-benar menjadi milikku," ujar Yasmina lembut namun tak terbantahkan.Adrian pun menyerah, mengagumi kedewasaan spiritual istrinya yang selalu berhasil menundukkan egonya.Rombongan besar itu sampai di sebuah homestay dan resto pinggir pantai

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status