"Ra... bangkit, Ra... cepat pakai baju kamu. Ada yang datang!" ucap Bimo terbata-bata dengan sisa tenaga yang ia miliki. Ia mencoba mendorong bahu Tiara, namun tangannya masih terkulai lemas di atas kulit mulus adik iparnya itu. Namun, bukannya menjauh, Tiara malah semakin menggila. Tiara melingkarkan kedua kaki jenjangnya dengan sangat kuat di pinggang Bimo dan menguncinya agar monster di bawah sana tetap tertanam dalam di dalam rahimnya yang hangat. "Nggak mau, Kak... biarkan saja," bisik Tiara tepat di telinga Bimo, suaranya terdengar sangat tenang tanpa rasa takut sama sekali. Drap…Drap… Drap.. Suara langkah kaki itu kian mendekat ke arah mereka. Bimo memejamkan matanya rapat-rapat, keringat dingin mengucur deras di keningnya. Ia membayangkan betapa murka dan hancurnya wajah Sella dan Mayang melihat pemandangan ini. Namun, saat ia memberanikan diri membuka mata, hal yang ia takutkan tidak terjadi. Di hadapan mereka, Lilis berdiri mematung dan hampir melepaskan na
Read more