“Ah i-ini, pagi tadi s-saya meminum susu buatan mama mertua saya,”jawab Bimo gugup. Kening Siska berkerut.“Susu? Bukannya Bapak punya alergi susu hewani ya?” Bimo memejamkan kedua matanya erat-erat. Bagaimana dia bisa melupakan bahwa dia alergi terhadap susu hewani. “Ah, t-tentu saja saya alergi dengan susu sapi dan susu hewani lainnya. Yang saya minum kan susu kedelai,”jawab Bimo dengan cepat karena tidak ingin Siska berpikir macam-macam padanya. “Oh, saya kira Bapak nyusu sama istri Bapak di rumah,”Siska menutup mulutnya sejenak.”Astaga maafkan saya, Pak. Saya memang suka ngomong ceplas-ceplos. Jangan diambil hati omongan saya barusan Pak.”Bimo pura-pura melihat ke arah arloji mahal yang melingkar di pergelangan tangannya.”Ah, sudah jam 8 pas. Saya naik dulu ke atas. Nanti kita bicara lagi.”“Iya Pak,"sahut Tiara. Setelah mengatakan hal itu, Bimo buru-buru masuk ke dalam lift dan memencet tombol tujuannya. Saat pintu lift benar-benar tertutup, barulah di dapat menarik nafas l
続きを読む