Bu Tuti berjalan mendahului mereka menuju meja kayu di teras, membuat pinggul padat dan berisi wanita itu bergoyang di balik balutan kebaya ketat bermotif bunga yang dikenakannya. Bentuk tubuh Bu Tuti benar-benar menggoda, dengan dada yang membusung kencang dan bokong montok yang tercetak jelas di balik kain lilitnya.Bimo yang melihat pemandangan itu dari belakang langsung tersenyum tipis. Aliran racun Gaharu Hitam di tubuhnya mulai bereaksi, membuat miliknya di bawah sana berkedut-kedut. ”Silahkan duduk, Pak Bimo, Pak Edi,” ucap Bu Tuti ramah, nada suaranya terdengar lembut. Wanita cantik itu duduk di hadapan mereka sambil merapikan bagian depan kebayanya, yang membuat belahan bukit ranumnya yang padat terlihat di depan mata Bimo. Bimo berdeham pelan, menekan gejolak gairahnya dan langsung menyampaikan maksud kedatangannya untuk menjalin kerja sama pasokan biji kopi arabika secara rutin demi kelangsungan Cafe dan Bimo Coffee.“Bu, kedatangan kami kemari untuk menjalin hubungan
최신 업데이트 : 2026-06-15 더 보기