MasukRacun Gaharu Hitam di dalam darahnya langsung bereaksi di tubuhnya saat menangkap sinyal bahaya. Dengan secepat kilat menuju ke arah Tiara seraya menggapai sebelah tangannya, mencoba untuk meraih gadis itu. Grep! Tepat sebelum tubuh Tiara menghantam lantai, Bimo dengan sigap menangkap dan mendekap erat tubuh adik iparnya itu. Tubuh mereka berdua sempat berputar, sampai akhirnya Bimo berhasil menjaga keseimbangannya tanpa melepaskan pelukan mereka. Nafas keduanya terengah-engah dengan dada naik turun. Bimo dapat mendengar suara degup jantungnya sendiri di dalam dadanya. ”Hah... hah... Kak Bimo…” ucap Tiara dengan wajah pucat pasi. Kedua tangan gadis itu mencengkram erat kerah kemeja Bimo dengan tubuh bergetar. “A-anak kita, Kak... bayi kita...”“Stttt… udah tidak apa-apa. Dia baik-baik saja. Lain kali hati-hati kalau sedang menuruni anak tangga. Ingat usia kandunganmu masih sangat rawan sekali,” ucap Bimo mengingatkan Tiara. Tiara mengangguk seraya menundukkan kepalanya.”Iya, ma
“Tiara hamil?! Apa aku gak salah dengar?!” tanya Anto dengan ekspresi tak percaya. Bimo mengangguk.” Benar, Tiara hamil anakku. Tapi… kata Dokter, perkembangan janinnya sangat cepat sekali. Janin usia 5 minggu, tapi ukurannya sudah seperti janin usia 10 minggu. Maksud kedatanganku kemari untuk bertanya apakah janinnya baik-baik saja atau akan berubah menjadi monster seperti Baby Juno?” Vanya menggoyangkan pantatnya ke di atas pangkuan Bimo.” Tenang saja Mas Bimo. Perkembangan janin yang dikandung oleh Tiara memang 2 kali lebih cepat dari manusia normal pada umumnya. Tapi calon bayi kalian tidak akan berubah menjadi monster seperti Baby Juno karena Tiara dan keluarganya adalah titisan Dewi Bulan. Rahim mereka akan menyucikan racun Gaharu Hitam itu. Jadi kemungkinan janinnya bisa bertahan hidup dan memiliki rupa manusia seperti kita.” Bimo mulai memasukkan kedua tangannya ke dalam balik daster Vanya lalu meremas kedua bukit ranumnya yang besar dan montok.”Jadi janinnya bisa lebih
Wajah Bimo memucat saat melihat sahabatnya itu memergoki mereka dalam posisi batangnya masih tertanam sempurna di lubangnya Vanya. “A-Anto… a-aku bisa jelaskan s-semua ini. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan,”ucap Bimo terbata-bata. Namun dia sama sekali tidak berniat untuk mencabut batangnya. “Bimo… kamu… kenapa kamu tidak memakai pengaman?” tanya Anto membuat Bimo langsung terbengong. “Hah? K-kamu n-nggak marah, Nto?” tanya Bimo terheran-heran. Dia pikir Anto akan memukulnya dan menendangnya dari rumah ini. Anto menghampiri mereka dan menaruh tas kerjanya di atas kursi. Tangan pria itu bergerak melepaskan ikatan dasinya lalu duduk di pinggir ranjang. “Vanya sudah menceritakan semuanya padaku. Udah santai aja. Bukankah kita ini sahabat? Lubang istriku boleh kamu genjot sesukamu asal pakai pengaman lain kali. Hari ini kamu boleh muncrat sepuasnya di dalam lubang Vanya,” ucap Anto santai seraya melihat keperkasaan Bimo yang masih tertancap di dalam lubang Vanya. “Wah,
Belum ada jawaban dari Vanya. Apa istri sahabatnya itu sudah tidur? Karena Bimo sangat ingin tahu apa yang terjadi pada janin di dalam kandungan Tiara, akhirnya dia memutuskan untuk ke rumah Anto dan Vanya setelah pulang bekerja malam ini. Begitu sampai di kediaman mereka, Bimo memarkirkan mobilnya di halaman. “Sepertinya Anto belum pulang dari kantor,”gumam Bimo saat tidak melihat kendaraan motor Anto disana. Bimo turun dari mobilnya lalu mengetuk pintu rumah Anto dan Vanya. Tok… tok… tok… Cukup lama Bimo berdiri di depan pintu, tapi Vanya tidak menampakkan batang hidungnya. Dia kembali mengetuk pintu agak keras, namun Vanya tidak kunjung membuka pintunya. Bimo menghela nafas perlahan. “Sepertinya dia sudah tidur, mungkin aku kembali lagi kemari besok saja.” Baru saja Bimo berbalik dan bersiap melangkah pergi, sayup-sayup terdengar suara desahan di dalam rumah. “Ouhhh…Ngghhh…” Deg! “Suara ini? Bukankah ini suara desahannya Vanya?” batin Bimo seraya memba
“Aneh sekali… bukankah kandungan Ibu Tiara masih berumur 5 Minggu?” tanya Dokter Andi seraya menajamkan kedua matanya ke arah monitor. “Apa yang terjadi Dok? Apa bayinya bermasalah?” tanya Bimo dengan jantung berdebar-debar. Bukankah Vanya dulu pernah bilang kalau bayi yang dikandung oleh Tiara dan keluarganya tidak akan mengalami masalah karena mereka adalah titisan Dewi Bulan?Dokter Andi memperbesar layar di monitor.”Lihat titik ini Pak, Bu. Kandungan yang menginjak usia 5 Minggu biasanya berukuran sangat kecil—sekitar 2 milimeter atau setara dengan biji jeruk. Tapi… kandungan Ibu Tiara ini memiliki ukuran sebesar buah stroberi dan panjangnya sudah 4 sentimeter. Bahkan janinnya sudah bisa bergerak. Lihat ini.” Semua mata tertuju pada layar monitor. Disana terlihat sebuah titik kecil di dalam kantung tersebut terus bergerak aktif seperti jentik nyamuk. Bimo mendadak gusar setelah mendengar penjelasan Dokter Andi. Apa calon anaknya dan Tiara akan berubah menjadi monster seperti Ba
Mayang perlahan turun bersimpuh ke bawah lantai lalu dengan cekatan menurunkan resleting dan celana Bimo hingga batas lutut. Tuing! Keperkasaan Bimo yang sudah tegang dan mengeras langsung melompat keluar mengenai ujung hidungnya Mayang. Wanita itu menggenggam batang keperkasaannya dengan satu tangan. Saking besarnya, tangan Mayang tak mampu menggenggam seluruhnya diameter batang beruratnya itu. “Dia sangat panas dan berdenyut,” ucap Mayang seraya memijat pelan batangnya itu naik turun. Setelah itu Mayang menundukkan kepalanya dan mengecup dan menjilati ujung batang Bimo sebelum melahapnya. “Sshhh Ma…” desis Bimo saat merasakan kehangatan dan kelembutan rongga mulut Mayang membungkus setengah dari batang keperkasaannya. Mayang mulai menggerakkan kepalanya maju mundur. Pipi wanita itu terlihat kembang kempis setiap kali berusaha melahap habis batangnya meskipun sia-sia saja. Lidah Mayang meliuk-liuk bagaikan ular menjilati pangkal hingga ujung batang Bimo. Sllrpp







