“Ayo katanya mau temani aku kontrol?” Kania menarik tangan Erga, laki-laki itu sedikit tersentak dan menatapnya bingung, tapi Kania hanya memberikan senyumnya dan pada pak Amin dengan lembut wanita itu berkata, “Bapak tunggu di sini saja, cari makan juga boleh nanti saya hubungi kalau mau pulang.” “Tapi, nyonya. Tuan minta saya untuk membantu nyonya saat antri.” “Saya bersama Erga, dia kenal orang dalam di sini jadi lebih mudah,” kata Kania sambil tersenyum. “Bapak tidak akan dipecat tenang saja.” Pak Amin menatap Kania sejenak lalu menatap Erga dan dengan berat hati melangkah mundur. “Baik nyonya, tapi tolong kabari saya kalau pulang nanti.” “Tentu, pak. Jangan khawatir Kania akan pulang dengan bapak, saya setelah ini ada urusan.” Bukan kania yang menjawab tapi Erga, rupanya laki-laki itu tak tega melihat pak Amin yang takut kehilangan pekerjaan. Dari sini Kania bisa menilai, walau Erga slengean dan sering gonta-ganti pacar tapi dia bukan orang yang tidak punya hati. “Iya,
Read more