"Mbak, tamu VVIP di Kamar Nirwana sudah menunggu, dia rekan sejawat Pak Wiryawan dan minta layanan yang sama persis," bisik Sari dengan raut wajah yang campur aduk antara kagum dan cemas.Mirah hanya mengangguk tenang, merapikan sedikit kerah kebayanya sambil memastikan tidak ada satu pun detail di lobi yang nampak kurang sempurna di mata para pejabat ini. Ia tahu, kabar tentang kemampuannya "menjinakkan raksasa" telah menyebar cepat di antara mulut-mulut berkuasa yang haus akan ketenangan eksklusif.Langkah kaki Mirah terasa lebih berat namun mantap saat ia menyusuri koridor yang kini dipenuhi aroma dupa cendana yang lebih pekat dari biasanya. Di depan pintu Kamar Nirwana, ia menarik napas panjang, menyiapkan mental untuk menghadapi Pak Sudono, sosok yang pengaruhnya disebut-sebut tak kalah kuat dari Pak Sudono dalam menentukan nasib perizinan usaha. DDengan senyum yang dipoles ketenangan profesional, Mirah memutar knop pintu, masuk ke dalam ruangan temaram di
Last Updated : 2026-05-09 Read more