"Jadi..." bisik Jovian, menatap lurus menembus mata wanita itu. "...bagaimana rencana kakakku yang cantik dan tersayang ini untuk menghancurkanku?"Pertanyaan yang meluncur dari bibir Jovian di tengah keheningan itu terdengar seperti sebuah ancaman yang dibalut beludru.Namun, alih-alih panik atau mengelak, Vandella justru tertawa pelan. Tawa yang terdengar tulus, tanpa beban, dan menggetarkan dada Jovian yang masih menopang tubuhnya. Jemari lentik Vandella bergerak naik, menyisir rambut Jovian yang lepek oleh keringat, lalu mengusap garis rahang pemuda itu dengan penuh kelembutan."Rencana awalku sangat sederhana, Ian," jawab Vandella, suaranya tenang dan memabukkan. "Aku ingin menarikmu masuk ke dalam perusahaanku, memberimu posisi yang tinggi, membuaimu dengan kekuasaan... lalu di saat kau merasa berada di puncak
Last Updated : 2026-05-14 Read more