Tumpukan handuk putih bersih itu terlepas dari pelukan Lin, jatuh berserakan ke atas karpet, kaki Lin seolah dipaku ke lantai. Mulutnya terbuka dan tertutup tanpa suara, mencoba meraup oksigen yang mendadak terasa lenyap dari ruang kerja raksasa tersebut. Matanya membelalak ngeri melihat adiknya, Hana, yang telanjang bulat dan menungging pasrah di atas meja mahoni, sementara Tuan Muda mereka berdiri menjulang di belakangnya dengan kejantanan raksasa yang siap menembus kapan saja."T-Tuan... H-Hana..." gagap Lin, tubuhnya bergetar hebat.Di tengah situasi yang seharusnya memicu kepanikan itu, Jovian sama sekali tidak menarik diri. Seringai arogan dan luar biasa mendominasi justru perlahan terukir di wajah tampannya."Masuk, Lin," perintah Jovian dengan suara bariton yang berat dan tenang. "T-Tuan Jovian, apa yang Anda lakukan..." Lin melangkah masuk dengan kaki gemetar. Ia menatap adiknya dengan air mata mulai menggenang. "Hana, cepat turun dari meja! "Namun, respons yang didapat Lin
Read more