“Tu tu tuan, kau adalah Ayah Rindu Ati?! Dan kau, saudara laki-lakinya?” Satrio Pamungkas rasanya ingin melarikan diri ke ujung dunia dan bersembunyi di lubang semut karena merasa malu.Pemuda kurang ajar ini, bagaimana bisa dia tidak memiliki adab sama sekali di hadapan orang tua dari gadis yang dia sukai.“Tuan, aku minta maaf, aku hanya..,” Satrio Pamungkas langsung berlutut di hadapan Tuan Santanu sembari memberikan banyak pujian, dia juga menatap Talang Mayan dengan senyum yang pahit dia memberi hormat.“Baiklah, aku akan, aku akan ke meja lain!”“Tidak perlu,” ucap Talang Mayan, “karena kau sudah ada di sini, kenapa buru-buru? Makanannya baru saja sampai!”“Saudaraku, mendadak aku merasa sangat kenyang-““Anak muda, lain kali jaga sikabmu!” kata Santanu sembari tertawa kecil, “terlalu bersemangat tidak baik untuk jiwamu.”Satrio Pamungkas hanya mengangguk dan mulai saat itu, dia tidak lagi berbicara, bahkan tidak berani untuk menatap wajah Talang Mayan atau pula Tuan Santanu.Hi
続きを読む