“Kenapa kau duduk di Kursi Kepala Keluarga, Putriku?!” tanya pria itu, wajahnya tampak panik.“Karena tidak ada yang layak untuk duduk di sana, selain putrimu,” ucap Nyi Loro Ati.“Rindu Ati, cepat ..,” pria itu sedikit membentak, mengatakan Ki Ribas akan menganggapnya sebagai pemberontak. “Sebelum kakekmu mengetahuinya, cepat turun dari sana!”“Ki Ribas, maksudmu?” Nyi Loro Ati tertawa kecil, “bagaimana mungkin orang yang sudah mati akan menjadi ancaman?”Pria itu yang tak lain adalah ayah Rindu Ati sendiri, bernama Santanu mulai bingung. Keningnya berkerut, membuat dia terlihat belih tua 10 tahun dari usianya saat ini. “Apa yang kau katakan, Loro Ati?”Ki Pamanahan kemudian menunjukan pedang pusaka yang patah kepada Santanu, “Dia sudah mati. Aku akan menceritakannya ..,”Setelah beberapa menit mendengar penjelasan dari mulut Ki Pamanahan, Santau kini menatap ke arah Talang Mayan yang duduk di sebelah Nyi Loro Ati. Dia berfikir, apakah mungkin seorang pemuda yang usianya masih 18 ta
続きを読む