Di hari itu, para warga dibantu oleh para budak-budak menciptakan kendaraan angkut sederhana untuk meninggalkan desa. Sementara itu, di saat yang sama pula, Talang Mayan pergi ke perbatasan bersama dengan pendekar Jantung Iblis,-yang sudah dilumpuhkan.Bukan gila dengan niat menyerang markas besar musuh, tapi Talang Mayan ingin memastikan keberadaan Markas tersebut, sebelum kemudian kembali ke Istana dan melaporkan situasinya.Setelah beberapa hari, akhirnya Talang Mayan dan pemuda yang menjadi tahanan tiba pula di antara tiga gunung. “Disana ..,” ucap pemuda di sebelahnya, “apa kau melihat pintu masuknya?”Pendekar itu berkata dengan rasa khawatir, sembari memelas agar Talang Mayan membebaskan dirinya sebelum pendekar Jantung Iblis akhirnya menyadari keberadaan mereka.Talang Mayan mengelus dagunya, dan keningnya berkerut. Dia sedang memikirkan sesuatu. Dari yang dia rasakan, tempat ini memiliki kandungan energi alam yang cukup melimpah.Jika dia berhasil mencapai pusat perkumpulan
続きを読む