تسجيل الدخولPendekar muda Jantung Iblis awalnya tidak ingin memberi tahu informasi apapun tentang Perguruan mereka. Dia bersikeras menutup mulut meskipun Talang Mayan menyiksa pemuda tersebut. Benar benar memiliki prinsip yang cukup teguh. Namun, ketika Talang Mayan menggunakan bakat spiritual untuk menakut nakutinya, pemuda itu mulai merasa takut. "Aku bisa menyiksamu sampai kau memohon untuk mati daripada hidup." Talang Mayan mengancamnya sembari tersenyum tipis. Dengan nafas memburu, dan suara yang serak, pendekar itu akhirnya membuka mulut pula. "Aku hanya tahu sedikit informasi..," katanya dengan ketakutan. Informasi pertama. Ada seorang petinggi Bintang Kejora Merah di Istana Indraprasta, tapi bukan berasal dari Jantung Iblis. Orang ini sudah lama di Istana Indraprasta, menjadi salah satu dari sedikit orang yang dipercaya oleh Raja. "Siapa orang itu?" tanya Talang Mayan. Dia menatap Talang Mayan dengan mata yang bengkak, lalu menggelengkan kepalanya, "aku tidak tahu, tapi dia bukan
Untuk menjamin perkataanya, Talang Mayan melepaskan sayap sayap lebah yang melekat di kaki dua gadis tersebut. Dia kemudian meminta mereka untuk menyerang para pendekar Jantung Iblis dengan menggunakan cambuk.Tanpa energi spiritual.Meskipun ke dua gadis itu merasa ragu -apakah cambuk mereka bisa bekerja di hadapan formasi perlindungan musuh, tapi pada akhirnya ke dua itu tetap mengikuti perintah Talang Mayan.Wush.Cambuk dilecutkan, tanpa energi spiritual, murni hanya menggunakan serangan pisik. Setelah berulang kali melakukan serangan, pendekar-pendekar itu mulai kehilangan fokusnya. Formasi bertahan mulai melemah. Hingga tiba-tiba.Satu cambuk berhasil melilit di kaki satu pendekar Jantung Iblis. Menyadari akan terjadi masalah yang besar, pendekar itu sekuat tenaga bertahan. Namun, dua gadis tidak kehilangan akal, mereka berdua bersama sama menarik kaki pria tersebut.“Tarik!” ucap mereka.Di sisi lain, Talang Mayan mulai menyiapkan serangan, sambil menunggu momen untuk menyeran
“Formasi bertahan!” Mereka mengalirkan energi spiritual ke tanah dengan telapak tangannya. Di saat itulah, energi spiritual semuanya bergabung menjadi satu menciptakan ratusan benang halus yang saling terikat membentuk jala atau jaring.Selain dapat menahan serangan lawan, di dalam formasi itu, energi spiritual Talang Mayan dapat ditekan hingga lebih dari 70%, yang artinya segala jenis tindakan serangan dengan kekuatan energi spiritual hanya akan sia-sia.Talang Mayan tidak bisa mengendalikan senjatanya -setelah belati atau sayap lebah masuk ke dalam formasi bertahan, aliran energi spiritualnya akan melemah.“Sekarang kau tidak bisa menggunakan energi spiritualmu untuk menyerang kami.”Ya, ternyata ucapan mereka benar. Saat Talang Mayan berusaha menyerang mereka dengan dua belati yang dialiri dengan energi spiritual, tiba-tiba belati itu langsung berhenti bergerak setelah masuk ke dalam formasi bertahan milik pendekar Jantung Iblis itu.Artinya, segala serangan yang mengandalkan ener
Dua gadis itu langsung terjaga, setelah sayap sayap lebah kini sudah menempel pada kaki-kaki mereka. Salah satu dari dua gadis itu, mencoba membebaskan diri dari senjata kecil itu, tapi Talang Mayan memberikan isyarat agar keduanya tidak banyak melakukan gerakan, karena kurang dari satu detik saja, kaki itu akan putus.Senjata kecil ternyata sangat efektif untuk menjebak musuh, dibandingkan dengan senjata yang lebih besar meskipun daya hancurnya tidak begitu kuat.“Bunuh dia!” Demang Raya Keling tanpa sadar memberikan perintah kepada belasan pendekar Jantung Iblis yang sejak tadi hanya menonton pertandingan antara Talang Mayan dengan anak buah Demang.Tindakan ini bukan hanya membuat para pendekar itu menurutinya, tapi juga langsung mencengkram batang leher Demang Raya Keling sembari berkata, “kau pikir siapa dirimu yang asal memberi perintah kepada kami?!”“Tu Tu Tuan, aku minta maaf.” Demang Raya Keling berusaha melepaskan cengkraman di lehernya yang membuat nafasnya mulai terasa se
Demang Raya Keling memaki Talang Mayan karena hampir saja membunuh dirinya, sementara dua gadis yang entah apakah pengawal atau pendekar yang dia sewa,-Talang Mayan tidak tahu, kini mulai bersiap melawan pemuda tersebut.Talang Mayan hanya tersenyum dingin, menatap satu persatu lawan-lawannya. Belasan pendekar Jantung Iblis sepertinya belum berniat melakukan tindakan, mungkin karena dia fikir Talang Mayan hanyalah satu pendekar pilih tanding, sementara mereka memiliki lebih banyak pendekar pilih tanding.Satu detik kemudian, duga gadis cantik itu mulai menyerang Talang Mayan. Mereka berdua mengenakan senjata sejenis cambuk, dimana hanya dengan satu kali lecutan, senjata itu bisa menciptakan daya ledak yang cukup besar. Cukup untuk membuat batu atau pohon di sekitar mereka meledak dan hancur.“Bunuh dia untukku!” Demang Raya Keling berteriak.Pertarungan sengit akhirnya terjadi. Hanya dalam beberapa waktu yang singkat, mereka sudah bertukar puluhan serangan dengan daya hancur yang cuku
Demang itu benar-benar membocorkan rahasia kelamnya kepada Talang Mayan, yang bersembunyi di sisi lain ruangan itu. Dia tidak pernah berfikir, seorang pendekar pilih tanding yang direncanakan mati malam ini, ternyata sudah ada di dalam rumahnya, dan menguping semua pembicaraan dia dan dua gadis cantik.Demang Raya Keling memiliki ambisi yang mengerikan, dan untuk mencapai ambisinya dia bahkan rela mengorbankan rakyatnya sendiri, membuat mereka kelaparan dengan menyerahkan gabah padi yang baru saja dipanen untuk menyenangkan Perguruan Jantung Iblis.“Bajingan.” Talang Mayan mengepal tinjunya dengan erat, tapi dia sendiri belum bisa menggunakan kekuatannya untuk menghabisi tiga orang itu. tidak, karena ada lebih banyak informasi yang harus dia dapatkan dari mulut Demang Raya Keling.Daripada menyerang tanpa perhitungan, Talang Mayan akan bersabar menunggu, dan mengikuti permainan Demang Raya Keling.Setelah beberapa saat kemudian, Demang Raya Keling pergi bersama dengan dua gadis itu







