Nomor undian dibagi secara secara acak, kemudian dipanggil pula secara acak. Ki Paraswara mengambil enam gulungan kertas, kemudian dia berkata, “Nomor 1, 5, 6,18,7 dan 12. Silahkan maju ke depan.”Talang Mayan menatap nomornya, “Nomor 18, itu aku,” gumam Talang Mayan.Pemuda itu maju ke depan diikuti oleh beberapa murid dari keluarga lain, termasuk Pelisik yang secara tidak terduga berada di nomor urut 5. Di hadapan mereka, ada tong berisi pasir besi yang masin ‘kotor’.Pertandingan pertama itu mudah, murnikan pasir besi itu hingga menjadi logam solid.Karena ukuran setiap senjata berbeda, waktu yang diberikan kepada masing-masing juga berbeda-beda. Talang Mayan hanya membuat sebuah belati, jadi dia tidak perlu mengambil terlalu banyak pasir besi. Hanya secukupnya.Hanya dalam beberapa menit kemudian, Talang Mayan sudah berhasil mendapatkan logam solid yang dia inginkan dengan kualitas terbaiknya. Semua orang tidak terlalu memperhatikan pemuda tersebut, ya, karena memang senjata yang
Read more