Usai menunaikan sholat subuh dan membaca beberapa lembar Al-Qur’an, rumah kecil itu kembali hidup dengan ritme paginya yang khas.Seperti biasa, Bunda Zayna memulai hari di dapur. Tangannya cekatan menyiapkan sarapan sekaligus bekal untuk suami dan kedua anaknya. Aroma masakan sederhana mulai memenuhi ruangan, menghadirkan kehangatan yang tak pernah berubah dari hari ke hari.Semua sudah memiliki peran masing-masing. Ana, si sulung, kini sudah cukup mandiri. Ia menyiapkan segala keperluan sekolahnya sendiri. Tas, buku, hingga seragamnya sudah tertata rapi sejak malam sebelumnya.Sementara Zayan, si bungsu yang masih kecil, menjadi tanggung jawab ayahnya. Aim dengan sabar membantu memakaikan baju, merapikan rambut, dan memastikan semua kebutuhan Zayan siap sebelum berangkat. Kadang, Aim juga ikut masuk ke dapur. Bukan untuk memasak, tetapi sekadar meringankan pekerjaan istrinya.Saat Bunda Zayna sibuk mengaduk masakan, Aim akan mengambil alih pekerjaan lain seperti mencuci piring. Ruma
Read more