Setelah anak-anak terlelap, rumah kembali tenggelam dalam ketenangan. Bunda Zayna sudah bersiap di depan laptopnya, membuka catatan untuk membuat laporan harian. Hari kedua tradingnya cukup baik, namun tetap harus ditutup dengan evaluasi. Baru saja ia hendak mulai…Langkah kaki mendekat.“Bund…” panggilnya pelan.Bunda Zayna menoleh, tersenyum. “Iya, Pah?”Aim berdiri sebentar, seperti sedang menimbang sesuatu. Lalu dengan gaya santainya, ia mulai “negosiasi”. “Bund, jadi enda papah mau di ajari pelajaran semalam yg gagal karena ketiduran, … kalo boleh papah di ajar dulu, sebelum buat laporan harian,hehehe?” katanya sambil sedikit nyengir.Bunda Zayna mengernyit kecil, tapi matanya hangat. “Diajar apa, Pah?” “Itu…” Aim menggaruk kepalanya pelan. “Aku penasaran soal compounding…” Ia menatap istrinya, setengah serius setengah malu. “Kayaknya menarik…”Bunda Zayna terdiam sejenak. Lalu tersenyum. “Ya… kalau papah siap malam ini, laporan harian aku sisihkan dulu,” jawabnya lembut. “Biar
Read more