Setelah tumpukan belanjaan itu berpindah ke dalam kantong-kantong besar, Reza mengangkatnya dengan satu tangan seolah beban puluhan kilogram itu hanyalah kapas. Ia berjalan mendahului Ruby menuju parkiran, namun tiba-tiba ia berhenti dan menoleh dengan seringai yang membuat jantung Ruby berdesir aneh."By, gue kepikiran sesuatu," ucap Reza sambil memasukkan belanjaan ke bagasi mobil. "Gimana kalau mulai bulan depan, jadwal kita kayak gini terus? Lo nggak usah pusing mikirin biaya dapur. Semua belanjaan bulanan, sama camilan lo itu, gue yang tanggung."Ruby mengerutkan kening, curiga. "Syaratnya apa? Nggak ada makan siang gratis di dunia ini, apalagi dari orang kayak lo."Reza menutup pintu bagasi dengan bunyi bum yang mantap, lalu bersandar di sana sambil melipat tangan. "Syaratnya simpel. Lo yang masakin buat gue. Tiap hari. Itung-itung kita latihan jadi pengantin baru, biar nanti pas hari-H lo nggak kagok lagi ngurusin perut suami."Ruby terdiam sejenak, lalu memberikan lirikan sini
Last Updated : 2026-04-24 Read more