Pintu kamar pengantin itu tertutup dengan bunyi klik yang halus, ruangan itu luas, diterangi cahaya lampu tidur yang kekuningan dan redup, menciptakan bayangan-bayangan panjang di dinding yang dihiasi rangkaian bunga melati. Wanginya begitu semerbak, namun justru membuat sesak paru-paru Ruby.Ruby berdiri mematung di depan cermin besar. Ia masih mengenakan kebaya pengantin yang melekat ketat, mahkota di kepalanya terasa seberat satu ton, dan riasannya meski cantik namun terasa seperti topeng yang menyembunyikan wajahnya yang pucat pasi.Di pantulan cermin, ia melihat Reza. Pria itu sudah melepas beskapnya, menyisakan kemeja putih yang dua kancing teratasnya terbuka, memperlihatkan sedikit guratan tato di pangkal lehernya. Reza berjalan mendekat, langkahnya pelan, tidak terburu-buru seperti biasanya."By," panggil Reza rendah.Ruby tersentak. Tangannya yang gemetar mencoba meraih kancing atau jarum di pundaknya, namun jemarinya mendadak kaku. "Za... gue... gue mau mandi dulu. Eh, nggak
Last Updated : 2026-05-05 Read more