Mobil itu akhirnya berhenti di sebuah area parkiran sebuah pantai yang tidak terlalu ramai. Suara mesin dimatikan, dan untuk beberapa detik, tidak ada yang bergerak. Ruby masih memegang erat tas selempangnya di pangkuan, rahangnya sedikit mengeras. Ia tidak langsung turun, seolah berharap ini semua cuma salah arah dan Reza akan bilang mereka akan pulang.Nyatanya tidak.Reza membuka sabuk pengamannya lebih dulu. “Turun.”Nada suaranya santai, tapi tidak memberi ruang untuk ditawar. Ruby mendengus pelan, membuka pintu dengan gerakan cepat, lalu turun tanpa menunggu. Angin laut langsung menyambut, membawa aroma asin yang khas. Suara ombak terdengar jelas, berulang-ulang menghantam bibir pantai.Ruby berjalan duluan, langkahnya sedikit lebih cepat dari biasanya. Ia tidak menoleh, tidak memastikan apakah Reza mengikutinya atau tidak. Yang penting ia butuh jarak.Pasir lembap terasa dingin di telapak sepatunya. Beberapa orang terlihat di kejauhan, tapi tidak terlalu dekat. Tempat ini cuk
Last Updated : 2026-04-18 Read more