TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

last updateLast Updated : 2026-04-15
By:  Penulis HokiUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
7Chapters
12views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Ruby, penulis novel adult romance yang terjebak dalam naskah buntu. Sampai suatu hari, ponselnya tertukar dengan milik Reza, tetangga usil yang kini memegang kendali atas seluruh fantasi liar di aplikasi catatannya. "Bagian ini... mau ditunjukkin gak caranya, By?"

View More

Chapter 1

Bab 1 Ketahuan

"Nyari ini, By?"

Bulu kuduk Ruby serentak berdiri mendengar suara berat dan serak itu. Dia berputar cepat, nyaris terpeleset lantai kamar mandi yang masih basah.

Di sana, Reza bersandar dengan santai di kusen pintu kamarnya seolah itu markas pribadinya.

Tetangga sebelah rumah yang selama ini cuma Ruby anggap sebagai nyamuk pengganggu nomor satu.

Laki-laki itu mengenakan kaus oblong putih yang pas di badan, membungkus otot lengannya yang tercetak jelas.

Rambutnya sedikit berantakan, membingkai wajah tampannya yang selalu menyebalkan dengan senyum miring. Di tangan kanannya, Reza memutar-mutar ponsel dengan case rose gold. Ponsel milik Ruby.

Wajah Ruby memerah padam, perpaduan antara kaget dan malu yang meledak jadi kemarahan. "Reza! Ngapain lo di sini?! Keluar nggak!" usirnya galak sembari menunjuk pintu.

Sebelah tangannya mencengkeram erat ujung handuk putih di dadanya agar tidak melorot.

"Pintu samping lo nggak dikunci, Bi. Biasa, gue mau numpang ambil es batu karena kulkas gue mati," jawab Reza enteng.

Dia tidak bergerak mundur, justru bahunya bergedik pelan dengan ekspresi tanpa dosa.

Uap air panas sisa mandi Ruby masih mengepul tebal, berdesakan keluar menyapa udara kamar ber-AC. Aroma sabun stroberi yang manis kini bercampur dengan hawa maskulin yang dibawa Reza masuk ke ruangan itu. Ruby merasa oksigen di sekitarnya mendadak menipis.

"Lo bisa panggil dari luar, kan?! Nggak usah main nyelonong masuk ke kamar orang! Keluar!"

Alih-alih takut, senyum di bibir Reza justru makin lebar. Dia mengangkat ponsel itu sebatas dada. Layarnya masih menyala terang, menampilkan latar belakang putih khas aplikasi catatan rahasia milik Ruby.

Mata Ruby membulat sempurna. Rasa dingin seketika menjalar dari ujung kaki hingga ubun-ubun, mengusir tuntas hawa panas sisa mandinya. "Itu... lo buka apa?" tanya Ruby dengan suara yang tiba-tiba kehilangan volume.

Reza menunduk, menatap layar ponsel itu dengan ekspresi serius seolah sedang membaca jurnal ilmiah.

"'Dia menyudutkanku di dinding, napasnya terasa hangat di perpotongan leherku. Aku bisa merasakan detak jantungnya yang berpacu saat jemarinya perlahan menyusuri punggungku, mencari ritsleting gaunku...'"

Laki-laki itu bersiul pelan, menatap Ruby dengan tatapan jahil yang luar biasa provokatif. "Wah, Bi. Not bad. Gue nggak nyangka selera lo lumayan liar juga ya?"

"Reza, sini gak! Balikin hape gue!" jerit Ruby, kepanikannya kini meledak menjadi kemarahan brutal.

Ruby melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka dengan niat membunuh yang nyata. Dia mengulurkan tangan, berniat merampas ponsel itu secara paksa. "Siniin hape gue! Lo nggak punya hak baca privasi orang!"

Namun, Reza jauh lebih cepat. Dengan refleks atletisnya, dia menarik tangannya ke atas hingga Ruby yang bertubuh mungil hanya bisa menggapai udara. Senyum miringnya tidak luntur sedikit pun melihat Ruby yang kini mendidih.

"Santai, sih." goda Reza lagi. Matanya memindai Ruby dari atas ke bawah, dari bahu mulusnya yang masih basah hingga lilitan handuk yang tampak goyah.

"Gue nggak nyangka, di balik muka lo yang selalu jutek, isi kepala lo ternyata full nakal?" Reza sengaja menjeda kalimatnya, menikmati rona merah yang kini merambat sampai ke telinga Ruby.

"Gue bilang balikin!" Ruby melompat konyol, mencoba meraih ponsel yang diangkat tinggi-tinggi oleh tetangganya itu.

"Ambil sendiri kalau bisa, By," tantang Reza sambil memindahkan ponsel itu ke tangan kirinya saat Ruby hampir berhasil menyentuhnya.

Laki-laki itu justru maju satu tindak, memaksa Ruby mundur hingga punggungnya membentur meja rias. Reza condongkan badan, menipiskan jarak sampai hidung mereka nyaris bersentuhan. Suara beratnya kini terdengar jauh lebih intim di telinga Ruby.

"Gue nggak nyangka isi kepala lo seliar ini. Eh, bentar. Ini kenapa banyak bagian yang dicoret-coret begini? Dia mulai membuka... terus bawahnya di-X-X-X semua?"

Tawa kecil Reza meledak, terdengar sangat menyebalkan di tengah keheningan kamar. "Lo buntu di bagian ini?”

Laki-laki itu kembali menatap Ruby, kali ini dengan sorot mata yang lebih gelap dan intens. Dia sengaja mengembuskan napas hangatnya tepat di depan bibir Ruby yang gemetar. "Isi kepala lo seliar ini, tapi nulisnya masih macet?"

"Lo nggak tahu gimana kelanjutannya, kan? Apa sih? Bagaimana bentukannya? Seberapa... besar?"

Wajah Ruby memanas, seolah uap panas dari kamar mandi tadi berpindah ke pipinya. "Reza, stop..."

“Apanya yang besar?”

********

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status