"Dia emang luka beneran, tapi dokter bilang nggak sampai kena organ vital. Cuma ya gitu, dasar otaknya geser, pas baru sadar tadi yang pertama dia tanya bukan 'Bapak Ibu gimana?', tapi 'Ruby udah liat gue belum? Ayo kerjain dia'."Reza meringis, meski menahan sakit, ia masih sempat-sempatnya mengedipkan sebelah matanya pada Ruby. "Paling nggak... gue sekarang tau kalau lo bakal nangis kalau gue nggak ada.""Diem lo, Berisik!" seru Ruby, meski kali ini nadanya jauh lebih lembut.Setelah suasana sedikit lebih tenang dan luka Reza kembali dirapikan oleh perawat, Ruby duduk di kursi samping ranjang. Ia masih menggenggam tangan Reza, seolah takut jika ia melepasnya, pria itu akan menghilang lagi."Gimana ceritanya lo bisa selamat?" tanya Ruby pelan. "Maksud gue... pas lo pingsan di rumah Dimas, gue beneran mikir itu udah end. Dimas pegang pisau, dan lo jatuh gitu aja."Siska, yang duduk di sofa panjang ruangan itu, akhirnya mulai menjelaskan semuanya. Ia menarik napas panjang sebelum memul
Last Updated : 2026-05-04 Read more