"Tidak perlu ngomong apapun padanya, terutama membahas tentang Kimmy. Hati-hati, Salsa. Kalau sampai kamu memberitahu apa yang terjadi, Papa pasti murka. Aib keluarga kita akan terbongkar. Pikirkan marahnya Papa. Kalau Abang tak peduli mau terbongkar atau pun tidak."Mendengar ucapan kakaknya, nyali Salsa ciut juga. "Kita ini hanya dua bersaudara, Sa. Kita harus saling jaga. Jangan menambah runyam urusan Abang dengan Zareen. Kami berpisah baik-baik.""Ya," jawab Salsa pelan. "Abang, tahu di mana Kimmy?"Arsel menggeleng. "Jangan tanyakan itu," jawabnya lantas masuk ke kamar. Membiarkan Salsa mematung di tempatnya. Ancaman abangnya tidak main-main. Kalau sampai dia mengumbar cerita pada Zareen, habislah dia sama Arsel. Abang yang selama ini sangat peduli padanya, meski pembawaannya begitu dingin.Sampai di kamarnya, pesan masuk beruntun dari nomernya Zareen. Intinya, gadis itu memberikan kesempatan pada Arsel selama yang dibutuhkan. Mereka tidak harus putus. [Aku memaafkanmu apapun k
Read more