KAMU YANG KUCINTAI - 22 Malam Panjang Setelah penandatanganan buku nikah dan sesi foto serta makan bersama, Arsel baru teringat kalau beberapa hari yang lalu, Kimmy ingin makan ayam bakarnya Pak Kumis. Tapi ia lupa membawakannya. Lagian tadi berangkat pagi, sedangkan rumah makan Pak Kumis buka jam sembilan."Mbak, saya tidak sempat bawa ayam bakar," bisik Arsel pada Mbak Asih."Nggak apa-apa, Mas. Kemarin saya sudah belikan di orang jualan keliling. Mbak Kimmy mau juga kok.""Kalau saya ke Pujon lagi, akan saya bawakan.""Nggih."Selesai acara, petugas KUA pamit, begitu juga dengan Pak Hasyim dan istrinya. Villa itu kembali sunyi, hanya menyisakan mereka berempat. Sedangkan di luar sana, hujan turun dengan derasnya."Mbak, aku mau ganti baju," ucap Kimmy pada Mbak Asih.Arsel yang mendengar, menoleh pada Kimmy. "Kamarnya di atas. Paling depan, ya," ujarnya.Kimmy mengangguk lantas bangkit dari duduknya. Mbak Asih mengambilkan tas yang ada di kursi ruang makan lalu membawanya menaiki
Read more