Bunda sudah bersiap hendak tidur ketika ponselnya berbunyi.Nama ayah muncul di layar, senyum bunda seketika merekah.“Hallo.” Bunda menjawab panggilan telepon tersebut.“Sayang ….” Suara berat ayah menyapa.“Ayah masih di kantor?”“Lagi jalan pulang, Bunda lagi apa?”Bunda menyandarkan punggungnya ke headboard. “Baru mau bobo. Ayah udah makan, kan?” “Sudah tadi ….”Lalu hening beberapa saat.“Bunda belum cerita tentang hari ini, ngapain aja Bunda di sana?” Bunda mengulum senyum, sudah menduga maksud dari panggilan telepon ini.“Waktu Bunda sampai, Bunda langsung diajak makan siang sama ibunya Satria … beliau ramah sekali, menyambut Bunda dengan hangat … enggak tanya kenapa Bunda enggak datang waktu hari pernikahan anak kita—““Mereka pasti tahu lah kalau Ayah enggak kasih restu.” Ayah Kama memotong.“Iyaaaa … tapi mereka enggak sedikitpun membahas itu, enggak sarkas juga … pokoknya enggak seperti yang Bunda bayangkan, mereka baik.” “Terus-terus,” kata ayah seolah tid
Baca selengkapnya