Pagi itu Ratu bangun jauh lebih awal dari siapa pun.Jantungnya berdebar kencang bahkan sejak membuka mata.Hari yang selama ini dia tunggu akhirnya tiba.Hari wisuda.Hari ketika seluruh perjuangan begadang, revisi, laporan, penelitian, presentasi, dan sidang skripsi akhirnya mencapai garis akhir.Di depan cermin hotel, Ratu menatap pantulannya sendiri.Kebaya pemberian Zyandru membalut tubuhnya dengan sempurna.Bahkan setelah dipakai, kebaya itu terlihat jauh lebih indah dari yang dia bayangkan.Untuk sesaat, ingatannya melayang pada sosok pria yang mengirimkannya.Namun buru-buru Ratu mengusir pikiran itu.Hari ini bukan tentang Zyandru.Hari ini tentang bapak, ibu dan Satria.Tentang semua pengorbanan mereka.“Ya Tuhan ….” Ibu menjadi orang pertama yang tertegun saat Ratu keluar dari kamar. Mata beliau tampak berkaca-kaca. “Cantik sekali.”Ratu tersenyum malu. “Lebay ah Bu.”“Enggak.” Ibu menggeleng cepat
Read more