“Lun ….” Bunda meneguk teh hangat yang baru di-refil ibu setelah makan siang.Mereka kembali ke ruang tamu.“Iya Bun ….” “Bunda ingin lihat rumah baru kamu donk.”“Boleh … ayo,” kata Kaluna berusaha bangkit dari sofa.Bunda membantunya. “Aduuuh perut kamu besar banget, ini kembar kayanya.” “Enggak kok Bun, kemarin check up ke Bandung. Katanya cuma satu tapi memang besar.” “Pamit dulu sama ibu,” kata bunda sebelum mereka keluar.Tapi kemudian Satria muncul. “Mau lihat rumah, Bun?” Dia bertanya.“Iya ….” Dan wajah Kaluna masih masam ketika Satria menoleh ke arahnya.“Saya antar, Bun.” Satria meraih kunci mobil di atas lemari hias di ruang tamu.“Enggak usah, aku aja … kamu balik ke gudang sana,” kata Kaluna ketus.“Jangan gitu donk, sayang—“ Satria mendekat tapi Kaluna menjauh dengan bersembunyi dibalik bunda membuat sang bunda terkekeh.“Enggak apa-apa, biar kami diantar driver … Kamu balik ke gudang aja, kata ibu kamu katanya kamu lagi menyiapkan pengiriman ke tiga,
Read more