Langit-langit fasilitas itu bergetar hebat.Retakan menjalar seperti urat-urat gelap yang hidup, menyebar ke setiap sudut ruangan, membawa ancaman runtuh dalam hitungan detik.Namun tidak ada yang benar-benar memperhatikan itu.Karena semua mata tertuju pada satu sosok.Bianca.Ia berdiri di tengah kehancuran yang baru saja ia ciptakan.Tubuhnya tetap tegak, tenang, seolah gravitasi dan kekacauan di sekitarnya tidak berarti apa-apa.Cahaya putih masih memancar dari matanya, berdenyut pelan seperti napas yang bukan milik manusia.Logan melangkah maju, perlahan.Debu berjatuhan di sekelilingnya, serpihan logam berderak jatuh, namun langkahnya tidak goyah.“Dengar aku…”Suaranya rendah, nyaris tenggelam dalam gemuruh.“Kamu bukan ini.”Bianca memiringkan kepalanya sedikit.Gerakannya lambat, nyaris mekanis, seperti seseorang yang baru belajar memahami tubuhnya sendiri.“Aku… bukan ini?”Ia mengulang pelan.Seolah mencicipi kata-kata itu untuk pertama kalinya.Logan mengangguk.Ia semakin
Baca selengkapnya