Lampu mobil masih menyala terang, memotong kegelapan pelabuhan yang dingin dan sunyi.Angin laut berembus keras, membawa aroma asin yang menusuk hidung.Namun tidak ada seorang pun yang benar-benar memperhatikan semua itu.Karena saat ini—semua mata tertuju pada satu hal.Pistol di tangan Surya.Ujung larasnya mengarah lurus ke kepala Bianca.Jaraknya hanya beberapa langkah.Terlalu dekat.Terlalu berbahaya.Bianca bisa mendengar detak jantungnya sendiri.Kencang.Tidak teratur.Namun yang paling membuat napasnya terasa berat bukanlah pistol itu.Melainkan tatapan Logan yang berdiri beberapa meter di depannya.Tatapan yang penuh ketegangan.Penuh sesuatu yang sulit ia baca.Surya tersenyum lebar, seolah menikmati momen ini sepenuhnya.“Sekarang, Logan…”Suaranya ringan, hampir seperti seseorang yang sedang bercanda.“…kita lihat siapa yang akan kamu selamatkan kali ini.”Keheningan langsung jatuh di dermaga.Rendra yang berdiri di sisi lain langsung menegang.“Surya—”Salah satu anak
Magbasa pa