Setelah membuat dua orang itu meregang nyawa, Jaka menyeret tubuh mereka ke arah rumpun bambu yang lebat agar tidak terlalu menarik perhatian, walau lambat laun Jaka tahu jika tetap akan ketahuan. Bermodalkan informasi yang Jaka dapat, tekadnya semakin bulat. Fakta bahwa orang-orang aneh itu menjaga sesuatu milik Sang Dewi dari orang luar, Jaka yakin—itu pasti kalung Dewi Merpati yang ia lihat kala itu di dalam mimpi. Jaka kembali menggenggam orang di tangannya dengan erat, matanya memicing tajam. Di depan sana, dia mendengar suara orang-orang berbicara dan tertawa. “Di sana, di sana pasti markas mereka,” gumam Jaka pelan, lalu segera menyusup dalam senyap menuju ke sumber suara. Setelah beberapa lama berjalan, Jaka terperangah melihat pemandangan di depannya. Awalnya ia mengira itu hanya sebuah markas, namun siapa sangka, di balik rumpun bambu yang lebat ini tersimpan sebuah pemukiman luas dengan puluhan rumah panggung berjejer rapi. “Hah, i-itu desa?” gumam Jaka terkejut, t
Leer más