“Mas Jaka!” bisik Ayu lirih. Ia masih membenamkan wajahnya di dada bidang Jaka. “Aku harus pulang.”Jaka mendekap gadis itu dengan erat, tangannya masih bermain nakal di ujung gundukan kenyal miliknya.“Ihh Mas geli…”Jaka terkekeh. “Kamu cantik banget, Yu,” balasnya sambil mencium lembut kening gadis itu.“Eum… jangan gitu, aku jadi enggak pengen pulang kan,” rengeknya.“Ya udah, tidur di sini aja,” balas Jaka enteng.“Nanti ibu sama ayah nyariin, tadi aku bilang cuma sebentar,” jawab Ayu lagi.“Ya udah,” balas Jaka. Dia mengambil ponselnya. “Udah jam sepuluh, kamu pulang sekarang?”Ayu mengangguk pelan. “Iya Mas.”“Ya udah, yuk biar aku anterin,” balas Jaka sambil mengecup manja bibir ranum gadis itu.Mereka bangkit, kembali mengenakan pakaian masing-masing.Ayu sedikit ringkih, area sensitifnya masih terasa hangat akibat milik Jaka dan cairannya yang menyemprot penuh ke dalam.“Kenapa?” tanya Jaka sambil terkekeh pelan.“Gara-gara kamu itu, gede banget,” gerutu Ayu sambil menekuk w
اقرأ المزيد