Jaka langsung kembali berlari ke tempat terakhir ia meninggalkan Arum, Beno dan yang lainnya. Dengan tubuh berdarah dan beberapa luka memar, Jaka menerjang semak-semak, staminanya benar-benar di luar nalar bahkan Jaka sendiri di buat takjub karenanya.Di sisi lain, di kelompok Arum terjadi sedikit perdebatan, Reja dan Kamal memaksa untuk segera ingin turun, mereka benar-benar takut, apalagi mengingat hari sudah sore. Tetapi Beno bersikeras jika dia tidak akan turun tanpa Jaka.“Eh, lo berdua benar-benar enggak tau terima kasih ya?” bentak Beno. Dia benar-benar geram melihat Reja dan Kamal yang hanya tahu mengeluh saja dari tadi. “Kalau bukan gara-gara Jaka, lo berdua udah mati tau enggak, hah?”Reja dan Kamal terdiam, mereka menoleh ke arah Putri, teman satu kelompok pendakian.“Sorry Mal, Ja, kali ini gue juga setuju sama Beno. Gue enggak bakal turun sebelum Jaka balik,” kata gadis itu sambil bangkit. “Kalau bukan karena Jaka, mungkin aku udah mati kemarin,” lanjutnya.“Eh, gini aja
اقرأ المزيد