Puluhan anak panah menghujam deras, menancap tepat di dada, leher, bahkan kepala makhluk-makhluk kaku yang merangsek maju. Namun, pemandangan mengerikan justru terjadi setelahnya. Alih-alih tumbang, mayat-mayat hidup itu seolah tidak merasakan apa-apa. Mereka terus berlari liar, mencabut anak panah yang menembus tubuh mereka dengan bunyi kulit robek yang menjijikkan, lalu melemparkannya begitu saja ke tanah.Dari luka-luka baru itu, asap hitam tipis mulai menguar ke udara, dan seketika luka itu kembali tertutup rapat.“Gila… mereka bukan manusia!” teriak salah satu pasukan pemanah."Tembakan panah tidak mempan! Mereka benar-benar tidak bisa mati!" teriak yang lainnya dengan wajah pucat pasi. Tangan mereka gemetar hebat saat hendak mengambil anak panah berikutnya dari wadah."Jangan panik! Tahan barisan!" bentak Saka, suaranya menggelegar mencoba menahan moral pasukannya yang mulai goyah. "Pasukan tameng, maju! Jangan biarkan mereka menyentuh gapura!"Brakkk!Gelombang pertama ma
Leer más