Sementara itu, di area tawanan, suasana mendadak berubah menjadi neraka bagi empat penjaga yang tersisa. Jaka tidak membuang waktu. Begitu satu musuh tumbang dengan kepala bocor akibat hantaman balok kayunya, ia langsung bergerak secepat kilat memanfaatkan momentum kepanikan mereka. “Keparat! Siapa kau?!” bentak salah satu penjaga sambil menghunus celuritnya, mencoba menebas dada Jaka. Wush! Dengan refleks yang luar biasa, Jaka menekuk lututnya, merendahkan tubuh hingga tebasan celurit itu hanya mengenai angin di atas kepalanya. Di saat yang sama, Jaka mengayunkan balok kayunya dari bawah, menghantam telak selangkangan pria itu hingga terdengar suara retakan yang mengerikan. “Krak! Ahkkk!!” Lelaki itu memekik histeris, celuritnya terlepas saat ia jatuh berlutut sambil mencengkeram pangkal pahanya yang hancur. Belum sempat dua penjaga lainnya maju mengeroyok, Jaka memutar tubuhnya, melepaskan tendangan melingkar yang sangat keras tepat di rahang penjaga ketiga. Bugh! Tubuh pria
Leer más