Citra Dewi menuntun langkah Bella melewati lorong panjang hingga tiba di sebuah pintu ganda berukir yang terbuka lebar. Begitu melangkah masuk, Bella terkesiap. Kamar Danendra begitu luas, bahkan mungkin ukurannya bisa menampung beberapa rumah kecil sekaligus. Ia memandang dari ujung kanan ke kiri dengan takjub, mencoba menangkap setiap sudut ruangan yang tampak seperti set film kolosal. Sisi depan kamar itu didominasi oleh dinding kaca yang menyajikan pemandangan spektakuler ke arah taman belakang, deretan pohon, danau buatan, kolam renang, hingga lapangan tenis dan lapangan basket pribadi, semuanya tampak terawat sempurna. "Segala sesuatu di rumah ini, sudah Ibu siapkan untuk kenyamanan Danendra," ujar Citra Dewi. "Terima kasih atas perhatiannya, Bu," jawab Bella dengan suara tenang namun tegas, meski hatinya berdebar. "Tapi, untuk kebutuhan mendasar seperti memandikan, menyuapi, dan menidurkan Danendra, aku tetap ingin melakukannya sendiri." "Kalau soal itu, sudah ada 3
Mehr lesen