"Kakek, Ibu ... perkenalkan ini kakakku, Beatrice," ujar Bella, wajahnya dipenuhi kebahagiaan dan kebanggaan. Beatrice segera melangkah mendekat. Ia membungkuk hormat kepada Kakek Yudhistira dan Ibu mertua Juna. "Selamat pagi, Kakek ... Selamat pagi, Nyonya Raden," sapa Beatrice dengan lembut, terdengar begitu santun dan tahu tata krama. "Maaf jika kehadiran saya di rumah ini tiba-tiba, maaf jadi merepotkan kalian semua, terutama adikku, Bella." Kakek Yudhistira meletakkan cangkir tehnya, menatap Beatrice dengan pandangan matanya yang tajam. Sebagai orang yang dahulu membawa proposal perjodohan awal ke keluarga Hartman, sang kakek tentu mengingat dengan jelas bahwa wanita di hadapannya inilah yang dahulu menolak dan memilih kabur, hingga akhirnya posisi itu digantikan oleh Bella. Melihat respons kakek yang dingin, Beatrice tidak panik. Ia justru melangkah maju, lalu berlutut dengan satu kaki di samping kursi Kakek Yudhistira. "Kakek Yudhistira ... saya tahu, kedatangan saya mung
Ler mais