Anya menggeleng pelan. “Ya sudah, kita makan dulu. Setelah itu, baru kita pergi menemui ibumu,” ucap Bintang sembari menggerakkan mobilnya. “Aku ambil tas dulu ya, Om?” “Ya sudah, kamu ambil tas dulu, biar saya tunggu di sini.” “Ok, Om.” Anya meletakkan kembali baju pengantin itu ke atas jok belakang. Kemudian turun dari mobil dan segera berlalu kembali ke kampus untuk mengambil tas dan barang-barangnya yang lain, yang dititipkannya pada Aurel sebelum mengikuti Sang Mayor tadi. Dengan langkah cepat dan aura wajah yang berseri, Anya langsung menghampiri Aurel begitu ia tiba di dalam kelas. “Aurel ...,” teriak Anya kencang. Ia langsung memeluk erat tubuh temannya itu, hingga Aurel menjadi sesak napas. “Ih, apaan sih kamu, Nya?” Aurel memukul pelan lengan Anya. “Kamu pasti nggak akan percaya, Rel. Kamu pasti, nggak, akan, percaya,” ucap Anya terbata-bata. “Apa sih?” tanya Aurel penasaran. Anya mengurai pelukannya dan langsung duduk di dekat Aurel. “Rel, aku mau nikah
Read more