Tiga hari sudah Bintang dan Anya menginap di hotel. Namun tidak ada yang terjadi dengan mereka berdua, layaknya pasangan pengantin baru pada umumnya. Anya masih utuh sebab belum disentuh. Masih sama seperti saat ia belum menjadi istri Sang Mayor. Meski kecewa, tapi Anya berusaha untuk mengerti. Mungkin Bintang memang belum bisa menerima dirinya sepenuhnya. Maklum saja, bukan ia yang pria itu inginkan untuk menjadi istri, melainkan dokter Bulan. Ya, Anya masih berpikir jika Bintang tak mau menyentuhnya, karena masih menyimpan rasa yang begitu dalam pada Bulan. Padahal, bukan itu alasan sebenarnya, melainkan karena trauma dengan apa yang terjadi di masa lalu. “Ini kita balik ke mana, Om?” tanya Anya saat mereka tengah mengemasi barang-barang dan bersiap untuk cek out. “Ke rumah Mama dulu. Bundamu juga masih di sana. Nanti kalau saya sudah mau masuk kerja, baru kita pindah ke asrama,” jelas Bintang. “Asrama TNI, Om?” “Iya.” “Yang dekat Kodim?” “Eum ....” “Wah, asik.” Anya
Read more