“Anya ....” Rahayu datang dan langsung memeluk Anya. Kemudian membingkai dan menatap lekat wajah manis sang menantu. “Kamu baik-baik saja kan, Sayang?” tanyanya cemas. “Alhamdulillah, Ma. Anya baik-baik aja. Kayak yang Mama liat.” Anya tersenyum simpul. Setelah masalah di kampus selesai, Bintang memang langsung membawa Anya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Awalnya Anya menolak, namun Bintang terus memaksanya. Alhasil, ia pun harus menjalani perawatan dan kini terbaring di ranjang rumah sakit dengan tangan diinfus dan tak bisa kemana-mana dulu. “Kamu sakit apa sih, Nya?” tanya Andini, saat Rahayu sudah melepaskan pelukannya. “Aku cuma kecapean aja kok, Mbak. Mungkin karena baru nikah, terus pindahan, sambung kuliah dan tugas-tugas lainnya. Jadinya, nge-drop deh.” “Makanya, kamu itu harus jaga kesehatan. Istirahat yang cukup,” pesan Rahayu. Ia lalu berpindah fokus pada Bintang. “Jangan diajak begadang tiap malam istrimu, Bin.” Bintang reflek menoleh ke arah ibunya.
Read more