Kecupan yang jatuh di atas kulit lehernya membuat Renata mendongak pasrah. Gairah telah membakarnya, membuatnya lupa diri jika komitmen yang sudah ia rancang sekian lamanya untuk tidak sudi disentuh Julian. Bubar.Sangat sial. Renata sulit menolak gairah yang Julian ciptakan. Sentuhannya, kecupannya, ciumannya dan permainannya itu sulit diterima logika. Tadi Renata menolak mentah-mentah, sekarang ketika Julian menciumnya dia membalasnya dengan liar.Di atas lantai basah, tubuh Julian menghangatkannya. Gerakannya mantap, menumbuknya hingga tersentak-sentak dipelukannya."Rene, aku mencintaimu," bisik Julian dengan keposesifan.Daun telinganya dibasahi dengan liurnya, Renata mendesahkan napas panjang dan melenguhkan rendah nikmat itu."Hanya... Sekali ini saja," balas Renata dengan nada suara yang terputus-putus.Julian menatap wajah wanita itu di atasnya, kedua tangannya semakin menggerakkan pinggul Renata cepat. Buah da
Read more